Jelang Maratua Music Festival, Konektivitas Digital Maratua Masih Diuji

Titikinfo.com, BERAU – Menjelang pelaksanaan Maratua Music Festival (M2F), kesiapan infrastruktur digital di Pulau Maratua kembali menjadi perhatian.
Di tengah ambisi menghadirkan festival wisata berskala besar, persoalan jaringan internet masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya tuntas.
Konektivitas digital dinilai menjadi faktor penting dalam menunjang kesuksesan event. Tidak hanya untuk komunikasi pengunjung, tetapi juga untuk transaksi digital, layanan publik, hingga promosi wisata secara real time.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Berau, Didi Rahmadi, mengakui ketersediaan infrastruktur internet di Maratua sebenarnya sudah ada. Namun tantangan utamanya terletak pada kestabilan jaringan.
Berdasarkan hasil verifikasi lapangan bersama Telkom dan Telkomsel wilayah Kaltim-Tara, pemanfaatan kapasitas internet di Maratua saat ini baru berada di angka 76 persen.
“Secara kapasitas sebenarnya masih tersedia. Pemakaiannya baru sekitar 76 persen dari total kapasitas yang ada,” jelasnya.
Meski begitu, kapasitas yang tersedia belum sepenuhnya menjawab persoalan utama. Menurut Didi, kualitas sinyal di Maratua masih sangat bergantung pada faktor cuaca dan kondisi geografis wilayah kepulauan.
Saat cuaca memburuk, kualitas koneksi kerap ikut terganggu dan memengaruhi stabilitas layanan internet di kawasan tersebut.
“Masalah utamanya ada pada kestabilan jaringan. Maratua sampai sekarang masih sangat bergantung pada koneksi dari Tanjung Batu,” ujarnya.
Ketergantungan terhadap jaringan dari Tanjung Batu inilah yang menjadi titik lemah utama, terutama ketika terjadi lonjakan aktivitas digital dalam waktu bersamaan.
Saat festival berlangsung, kebutuhan konektivitas dipastikan meningkat drastis. Ribuan pengunjung, pelaku UMKM, panitia, hingga wisatawan akan bergantung pada akses internet untuk berbagai aktivitas.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri karena M2F bukan hanya tentang panggung hiburan,” ujar Yudha.
Pemerintah Kabupaten Berau melalui Diskominfo pun terus mendorong penguatan jaringan agar event strategis ini dapat berlangsung optimal.
Penguatan konektivitas dinilai menjadi bagian penting dari pengembangan kawasan wisata unggulan Berau ke depan.
Jika persoalan sinyal mampu diatasi, Maratua tak hanya menjual keindahan alamnya, tetapi juga kesiapan infrastruktur digital yang semakin kompetitif.
Sebaliknya, gangguan konektivitas berpotensi menjadi catatan penting di tengah besarnya ekspektasi terhadap festival ini.(Adv/Rez)





