Pemkab Berau

Disbudpar Cetak “Duta Geopark” dari Bangku Sekolah

Titikinfo.com, BERAU – Upaya memperjuangkan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju pengakuan sebagai Geopark Nasional tak hanya dilakukan melalui proses administrasi dan verifikasi.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kini mulai menyasar kalangan pelajar agar menjadi generasi yang memahami sekaligus menjaga kekayaan alam dan budaya daerah.

Melalui kegiatan sosialisasi di sejumlah sekolah, Disbudpar mengenalkan konsep geopark kepada para siswa, sekaligus menanamkan pentingnya menjaga warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang dimiliki Berau.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah strategis agar generasi muda memiliki rasa memiliki terhadap kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

“Anak-anak harus mengenal geopark sejak dini. Mereka yang nantinya menjadi penjaga sekaligus promotor kekayaan Berau,” tegasnya.

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang menganggap geopark hanya sebatas objek wisata. Padahal, geopark merupakan kawasan yang menggabungkan nilai geologi, keanekaragaman hayati, serta warisan budaya dalam satu konsep pelestarian yang berkelanjutan.

Geopark Sangkulirang-Mangkalihat sendiri membentang di Kabupaten Berau dan Kutai Timur dengan total 26 geosite, terdiri dari 15 geosite di Berau dan 11 geosite di Kutai Timur.

Dalam sosialisasi yang digelar di SMP Negeri 3 Tanjung Redeb, para pelajar diperkenalkan dengan berbagai geosite unggulan, seperti Labuan Cermin, Goa Merabu, Danau Kakaban, Maratua, Air Panas Asin Pemapak, Air Terjun Bidadari, Hutan Dumaring, Keraton Gunung Tabur, hingga Museum Gunung Tabur.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Muda Disbudpar Berau, Asri Toldo, menjelaskan bahwa geopark dibangun atas tiga pilar utama, yakni keragaman geologi (geodiversity), keanekaragaman hayati (biodiversity), dan keragaman budaya (cultural diversity).

Ketiga unsur tersebut, kata dia, harus dijaga secara berkelanjutan karena menjadi identitas sekaligus modal pengembangan pariwisata dan pendidikan.

“Geopark bukan hanya tentang menikmati alam, tetapi juga memahami, menjaga, dan mewariskan nilainya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Melalui program ini, Disbudpar berharap para pelajar mampu menjadi duta-duta kecil Geopark Sangkulirang-Mangkalihat yang ikut mengampanyekan pentingnya pelestarian lingkungan sekaligus memperkenalkan potensi wisata Berau kepada masyarakat luas.(Adv/Rez)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button