Terbungkus Tiga Lapis Kain, Jenazah Wanita Lansia Ditemukan Membusuk di Nunukan

Titikinfo.com, NUNUKAN – Warga Jalan Pattimura RT 001, Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang wanita lanjut usia berinisial Rohani (68), Kamis (15/10/2026) sore.
Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya dalam kondisi telah membusuk dan terbungkus tiga lapis kain. Polisi yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang terlihat secara visual. Namun, kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan membuat penyebab kematian belum dapat dipastikan.
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Idris, menjelaskan bahwa penemuan jenazah tersebut bermula ketika seorang warga bernama Nanang Kusmanto menanyakan keberadaan korban kepada Rahman, anak kandung Rohani.
Saat itu, Rahman menyampaikan bahwa ibunya telah meninggal dunia. Mendengar jawaban tersebut, Nanang kemudian mendatangi rumah korban yang berada tidak jauh dari kawasan Gerbang Agape, sekitar Jembatan Pasar Pagi.
Setelah memastikan kondisi korban, Nanang menghubungi Wakapolsek Nunukan untuk melaporkan kejadian tersebut. Petugas kepolisian bersama warga kemudian mendatangi lokasi guna melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di TKP, korban ditemukan dalam posisi terbaring di atas tempat tidur beralaskan kayu. Jenazah sudah mengalami pembusukan dan tertutup tiga lapis kain,” jelas Idris.
Dari hasil olah TKP, petugas menemukan selimut berwarna merah, sarung, daster, serta sejumlah obat di sekitar korban. Pemeriksaan awal secara visual tidak memperlihatkan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Berdasarkan keterangan Rahman kepada petugas, dirinya tinggal berdua bersama ibunya di rumah tersebut. Sehari-hari, Rohani bekerja sebagai penjual buah di kawasan Jembatan Pasar Pagi, sedangkan Rahman bekerja sebagai tukang urut keliling.
Rahman mengaku terakhir kali melihat ibunya pada Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 16.00 WITA dalam posisi terbaring. Saat itu, ia mengira ibunya sedang tidur, lalu menyelimuti tubuhnya menggunakan sarung.
Rahman menduga ibunya telah meninggal dunia sejak saat itu. Namun, ia tidak segera memberitahukan kejadian tersebut kepada tetangga dan membiarkan jenazah tetap berada di dalam rumah dengan ditutupi kain.
Kepada petugas, Rahman juga menyampaikan dugaan bahwa ibunya meninggal akibat komplikasi penyakit diabetes dan stroke. Meski demikian, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Idris menegaskan, kondisi jenazah yang telah membusuk menjadi kendala dalam memastikan ada atau tidaknya tanda-tanda kekerasan melalui pemeriksaan awal.
“Pemeriksaan awal belum dapat memastikan penyebab kematian korban karena kondisi jenazah sudah mengalami pembusukan. Meski secara visual tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan, hal tersebut belum cukup untuk menyimpulkan penyebab kematian secara pasti,” demikian penjelasan yang perlu dikonfirmasi kepada pihak kepolisian.
Ia menambahkan, kepolisian akan menindaklanjuti apabila ditemukan fakta atau informasi baru yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Rencananya, jenazah Rohani akan dimakamkan oleh pihak keluarga di tempat pemakaman Kampung Rambutan, Kelurahan Nunukan Timur.





