
Titikinfo.com, NUNUKAN – Tidak semua bentuk pengabdian seorang polisi berlangsung di jalanan atau di tengah persoalan keamanan. Di Kelurahan Nunukan Barat, Bripka Jamaluddin memilih mengisi waktu di luar tugasnya dengan cara berbeda: mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak di lingkungan tempat tinggalnya.
Bermula pada 2023, Bripka Jamaluddin bersama istrinya, Ny. Farin Jamaluddin, melihat banyak anak-anak menghabiskan waktu sore dengan bermain di sekitar rumah mereka di Jalan Pembangunan, Kelurahan Nunukan Barat.
Dari kegelisahan sederhana itu muncul sebuah inisiatif. Keduanya membuka kegiatan belajar mengaji di rumah.
Awalnya hanya empat anak yang datang
Namun, kegiatan tersebut perlahan mendapat respons positif dari masyarakat. Jumlah anak yang ikut belajar terus bertambah hingga kini mencapai 30 murid.
Setiap malam selepas Magrib, rumah Bripka Jamaluddin berubah menjadi ruang belajar Al-Qur’an bagi anak-anak sekitar.
Di satu sisi, ia menjalankan tugas sebagai Bhabinkamtibmas Kelurahan Nunukan Barat. Di sisi lain, ia menyempatkan diri menjadi pengajar bagi anak-anak tersebut bersama istrinya.
Kisah itu mendapat perhatian Kapolres Nunukan AKBP Ruslaeni, S.H., S.I.K., M.H., yang bersama Ibu memberikan dukungan langsung kepada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) tersebut, Rabu (23/9/2026).
Dukungan yang diberikan berupa Al-Qur’an, meja mengaji, karpet dan sejumlah perlengkapan lainnya untuk menunjang kegiatan belajar.
Bagi Bripka Jamaluddin, kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas tambahan. Apa yang dilakukan bersama istrinya berawal dari kepedulian terhadap lingkungan sekitar dan keinginan agar waktu anak-anak diisi dengan kegiatan yang positif.
Kapolres Nunukan pun mengapresiasi inisiatif tersebut. Di tengah kesibukannya sebagai anggota Polri, Bripka Jamaluddin dinilai mampu menyisihkan waktu untuk membangun kegiatan keagamaan yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
TPA yang berada di rumah Bripka Jamaluddin itu kini tidak lagi hanya menjadi tempat mengaji bagi beberapa anak. Dari empat murid pada awalnya, telah berkembang menjadi tempat belajar bagi sekitar 30 anak.
Kehadiran Kapolres Nunukan bersama jajaran sekaligus menjadi bentuk dukungan agar kegiatan tersebut dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi pembinaan generasi muda di Kelurahan Nunukan Barat.
Cerita Bripka Jamaluddin menunjukkan bahwa pengabdian seorang anggota Polri kepada masyarakat dapat hadir dalam bentuk sederhana—dari sebuah rumah, beberapa Al-Qur’an, dan kemauan untuk meluangkan waktu bagi anak-anak.
Dari empat anak yang datang pertama kali, kini ada 30 anak yang belajar mengaji setiap malam.
Dan semuanya bermula dari satu keputusan sederhana: mengubah waktu bermain anak-anak di sekitar rumah menjadi kesempatan untuk belajar Al-Qur’an. (*)





