
Titikinfo.com, NUNUKAN – Seorang pria bernama Susanto (52), ditemukan meninggal dunia di rumah yang ditempatinya seorang diri di Jalan Pattimura atau kawasan Kandang Babi, RT 04, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kamis (17/9/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Korban yang diketahui bekerja sebagai karyawan swasta tersebut pertama kali ditemukan oleh Jumadi, yang datang ke rumah korban untuk mengurut tubuhnya.
Sebelumnya, sekitar pukul 10.28 WITA, korban sempat menghubungi Jumadi melalui telepon dan meminta bantuan untuk mengurut tubuhnya karena mengeluhkan kondisi demam. Namun, saat itu Jumadi masih memiliki kesibukan sehingga menyampaikan baru dapat datang pada sore hari.
Sekitar pukul 16.00 WITA, Jumadi kemudian mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, ia melihat Susanto tergeletak di bagian belakang rumah, tepatnya di area dapur.
Karena khawatir korban mengalami kondisi serius, Jumadi kemudian pergi ke bengkel milik Sundi yang berada tidak jauh dari rumah korban. Sundi diketahui merupakan bos korban sekaligus bos Jumadi.
Jumadi bersama empat orang lainnya kemudian kembali ke rumah tersebut untuk mengecek kondisi Susanto. Namun, korban sudah dalam kondisi kaku dan diketahui telah meninggal dunia.
Diduga karena penyakit jantung
Kasi Humas Polres Nunukan, Ipda Idris, membenarkan adanya penemuan seorang pria meninggal dunia di wilayah Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan.
Berdasarkan informasi awal yang diterima kepolisian, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang telah lama dideritanya.
“Berdasarkan keterangan awal dari saksi dan keluarga, korban memang sudah lama mengalami sakit jantung. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya,” ujar Ipda Idris.
Ipda Idris menyampaikan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya. Namun, penyebab tersebut merupakan dugaan awal berdasarkan keterangan saksi dan keluarga.
Korban diketahui telah lama tinggal di Nunukan dan bekerja sebagai karyawan proyek pada Sundi. Ia tinggal seorang diri di rumah tersebut.
Menurut keterangan keluarga, Susanto telah menderita penyakit jantung selama kurang lebih empat tahun dan bahkan telah menjalani pemasangan tiga ring jantung.
Pihak keluarga juga menyebut Sundi beberapa kali membantu membiayai pengobatan korban. Sundi sebelumnya telah menyarankan Susanto untuk beristirahat dari pekerjaannya atau pulang ke kampung halaman di Trenggalek, Jawa Timur, karena kondisi kesehatannya.
Namun, korban tetap memilih bekerja dengan alasan masih ingin membantu membiayai anak-anaknya yang berada di Jawa.
Setelah mendapat kabar mengenai kejadian tersebut, Sundi menghubungi adik kandung korban, Setyo Aji, yang berdomisili di Kecamatan Sei Manggaris, Kabupaten Nunukan. Keluarga korban yang berada di Jawa juga telah diberitahu mengenai kejadian tersebut.
Setyo Aji tiba di rumah duka sekitar pukul 18.30 WITA. Ia membenarkan bahwa korban telah lama menderita penyakit jantung dan sebelumnya telah menjalani pemasangan tiga ring.
Keluarga kemudian menyepakati agar korban dimakamkan di Nunukan dan proses pemakaman diurus oleh adiknya.
Sekitar pukul 20.08 WITA, jenazah Susanto diberangkatkan dari rumah duka menuju pemakaman umum di Jalan RA Besing, Kelurahan Selisun, Kecamatan Nunukan Selatan, untuk dimakamkan.
Kepolisian mengimbau masyarakat yang menemukan anggota keluarga atau warga dalam kondisi serupa agar segera menghubungi pihak berwenang atau fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan dan pemeriksaan yang diperlukan. (*)





