Pemkab Nunukan

PERTINA Nunukan Resmi Dilantik, Bidik Emas Porprov Kaltara

TITIKINFO.COM, NUNUKAN – Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) Kabupaten Nunukan resmi memiliki kepengurusan baru periode 2026-2030. Di bawah kepemimpinan Said Hasan, organisasi olahraga tersebut ditargetkan mampu melahirkan petinju-petinju berprestasi yang dapat mengharumkan nama Nunukan hingga ke level nasional.

Pelantikan jajaran Pengurus PERTINA Kabupaten Nunukan periode 2026-2030 berlangsung di Kantor Bupati Nunukan, lantai V, Sabtu (3/10/2026). Pengurus dilantik oleh Wakil Ketua Umum PERTINA Provinsi Kalimantan Utara, Muhammad Halid.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Harian KONI Nunukan Rudi Saprani, jajaran Forkopimda Kabupaten Nunukan serta para atlet PERTINA Nunukan.

Mewakili Bupati Nunukan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Nunukan, Juni Mardiansyah, A.P., menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik.

Menurutnya, amanah yang diberikan kepada pengurus PERTINA bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi tanggung jawab untuk kembali membangun prestasi olahraga tinju di daerah yang berada di beranda terdepan NKRI tersebut.

“Kabupaten Nunukan memiliki sejarah dan potensi besar dalam olahraga tinju. Kita punya anak-anak muda yang memiliki mental petarung, fisik yang kuat dan semangat juang yang tinggi, karakter khas anak perbatasan. Yang kita butuhkan adalah wadah pembinaan yang serius, terstruktur dan berkelanjutan, dan wadah itu adalah PERTINA,” ujar Juni.

Ia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Nunukan menaruh harapan besar terhadap kepengurusan PERTINA yang baru. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pembinaan atlet sejak usia dini.

PERTINA diharapkan tidak hanya bergerak ketika menghadapi kejuaraan, tetapi aktif melakukan pencarian bibit atlet dengan mendatangi sekolah, kampung hingga sasana-sasana tinju yang tersebar di wilayah Nunukan.

“Buat kompetisi antar pelajar dan antar kecamatan secara rutin. Jangan hanya menunggu event, tetapi jemput bola mencari bibit-bibit petinju muda Nunukan, mulai dari Pulau Sebatik hingga Krayan,” katanya.

Selain pembibitan, Juni juga mendorong PERTINA memperkuat kualitas sasana, pelatih dan wasit. Menurutnya, pembinaan atlet tidak akan maksimal tanpa ditopang sumber daya manusia yang berkualitas.

“Tingkatkan kualitas pelatih dan wasit kita. Pemerintah daerah melalui Disbudporapar dan KONI siap mendukung sarana latihan yang layak agar atlet kita bisa berlatih dengan aman dan profesional,” tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar PERTINA tetap menjaga marwahnya sebagai organisasi olahraga prestasi dan tidak terseret ke dalam kepentingan politik.

“PERTINA harus fokus pada prestasi. Jaga soliditas, jaga sportivitas dan junjung tinggi fair play. Tinju mengajarkan kita tentang disiplin, menghormati lawan dan pantang menyerah. Nilai-nilai itu yang harus kita tanamkan kepada atlet kita,” tegasnya.

Target prestasi pun mulai diarahkan. Pemerintah daerah berharap petinju Nunukan tidak sekadar tampil dalam ajang olahraga tingkat provinsi maupun nasional, tetapi mampu membawa pulang medali.

“Target kita jelas. Pada Porprov Kaltara mendatang dan event-event nasional, Nunukan tidak hanya ikut sebagai peserta, tetapi harus pulang membawa medali emas,” ujarnya.

Menurut Juni, pemerintah daerah juga memandang olahraga tinju sebagai salah satu sarana membangun karakter generasi muda. Dari olahraga tersebut diharapkan lahir anak-anak muda yang sehat, disiplin, percaya diri dan mampu menjauhkan diri dari pengaruh negatif, termasuk narkoba dan kenakalan remaja.

Sementara itu, Ketua PERTINA Kabupaten Nunukan periode 2026-2030, Said Hasan, menegaskan kepengurusan yang dipimpinnya akan berupaya memperkuat pembinaan atlet secara bertahap dan berkelanjutan.

“Kita ingin memberikan kesempatan kepada atlet-atlet Nunukan untuk mendapatkan pembinaan yang baik, mengikuti berbagai kejuaraan dan memperoleh pengalaman bertanding sebanyak mungkin,” kata Said.

Ia berharap proses pembinaan tersebut dapat melahirkan petinju-petinju Nunukan yang mampu bersaing di berbagai tingkatan.

“Kita berharap lahir atlet-atlet Nunukan yang mampu berprestasi di tingkat provinsi, nasional, bahkan suatu saat mampu membawa nama Nunukan dan Kalimantan Utara ke tingkat internasional,” ungkapnya.

Namun, Said menyadari bahwa prestasi tidak dapat diraih secara instan. Dibutuhkan proses panjang, latihan konsisten, kedisiplinan, pengorbanan, dukungan keluarga, pelatih yang berdedikasi serta sistem pembinaan yang berkelanjutan.

“Prestasi tidak lahir secara instan. Prestasi membutuhkan proses, latihan yang konsisten, kedisiplinan, pengorbanan, dukungan keluarga, pelatih yang berdedikasi serta pembinaan yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button