Mubes I Dayak Lundayeh Tana’ Lun Digelar di Krayan, Bupati Irwan Sabri Dorong Persatuan dan Pelestarian Adat

Titikinfo.com, NUNUKAN – Musyawarah Besar (Mubes) I Persekutuan Dayak Lundayeh Tana’ Lun resmi dibuka di Rumah Kepala Adat Besar Krayan Timur, Jalan Pendidikan RT 002, Desa Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, pada Selasa (6/10/2026) malam.
Mubes perdana yang berlangsung 6 hingga 9 Oktober 2026 tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Dayak Lundayeh Tana’ Lun untuk membentuk kepengurusan sekaligus menyatukan langkah dalam menjaga adat, budaya dan kebersamaan masyarakat.
Pembukaan Mubes dihadiri langsung Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, S.E., bersama Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.E. Turut hadir Kepala DPMD Nunukan Helmi Pudaslikar, S.IP., M.A.P., Sekda Kabupaten Malinau Dr. Ernes Silvanus, S.Pi., M.M., M.H., Camat Krayan Ronny Firdaus, Camat Krayan Timur Marjuni Musa, Camat Krayan Selatan Dr. Oktavianus Ramli, Plt Camat Krayan Barat Jemri, serta para kepala adat dan kepala desa.
Sekitar 50 peserta dari masyarakat Dayak Lundayeh Tana’ Lun turut hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah wilayah, di antaranya Nunukan, Malinau, Tarakan, Tanjung Selor dan Kecamatan Krayan Timur.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menekankan pentingnya menjadikan organisasi yang terbentuk nantinya sebagai wadah untuk memperkuat persatuan masyarakat Dayak Lundayeh Tana’ Lun.
Menurut Irwan, Mubes perdana ini tidak hanya berkaitan dengan pembentukan struktur kepengurusan, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi serta menjaga nilai adat dan budaya yang menjadi identitas masyarakat.
“Saya berharap Mubes ini dapat menjadi momentum untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat Dayak Lundayeh Tana’ Lun. Kepengurusan yang terbentuk nantinya harus mampu menjadi wadah yang membawa manfaat bagi masyarakat,” ujar Irwan Sabri.
Ia juga mengajak seluruh peserta mengedepankan semangat musyawarah dalam menentukan arah organisasi. Menurutnya, perbedaan pandangan dalam proses musyawarah merupakan hal yang wajar, namun tujuan akhirnya tetap harus berorientasi pada kepentingan bersama.
Bupati berharap keberadaan Persekutuan Dayak Lundayeh Tana’ Lun ke depan dapat berjalan beriringan dengan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menjaga kelestarian adat, budaya dan kearifan lokal.
“Adat dan budaya merupakan bagian penting dari identitas daerah. Karena itu, mari kita jaga bersama dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.
Pembukaan Mubes diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambutan ketua panitia, kemudian dilanjutkan sambutan Bupati Nunukan sekaligus pembukaan secara resmi Mubes I Persekutuan Dayak Lundayeh Tana’ Lun.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama para peserta dan tamu undangan.
Mubes I Persekutuan Dayak Lundayeh Tana’ Lun dijadwalkan berlangsung hingga 9 Oktober 2026. Agenda utama kegiatan ini adalah membentuk kepengurusan pertama Persekutuan Dayak Lundayeh Tana’ Lun sekaligus merumuskan arah organisasi ke depan.
Seluruh rangkaian pembukaan Mubes berlangsung aman dan terkendali. Rombongan Bupati Nunukan kemudian meninggalkan lokasi sekitar pukul 21.15 WITA. (*)





