Museum Teluk Bayur Belum Dibuka, Disbudpar Fokus Lengkapi Isi dan Konsep Edukasi

Titikinfo.com, BERAU – Museum Teluk Bayur dalam waktu dekat belum bisa dibuka. Meski bangunan telah berdiri, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau memilih memprioritaskan penyempurnaan koleksi dan konsep pameran agar museum dapat berfungsi optimal sebagai pusat edukasi dan pelestarian sejarah daerah.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budi santosa, menjelaskan, museum tersebut tidak ingin hanya menjadi bangunan pajangan tanpa memiliki materi yang layak disajikan kepada pengunjung. Karena itu, proses pengisian koleksi menjadi tahapan yang saat ini difokuskan.
“Kalau sekarang diserahkan untuk dikelola, tentu harus ada yang ditampilkan. Makanya kami tuntaskan dulu pengisian koleksi dan materi pamerannya,” ujarnya saat di wawancara beberapa waktu lalu.
Menurutnya, dalam waktu dekat Disbudpar akan mengundang sejumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di Berau untuk berkolaborasi dalam pengembangan museum. Perusahaan-perusahaan tersebut diharapkan dapat berpartisipasi mengisi ruang pamer sesuai dengan tema yang telah dirancang.
Museum Teluk Bayur nantinya tidak hanya mengangkat sejarah dan budaya lokal, tetapi juga akan menampilkan perjalanan serta perkembangan berbagai sektor yang berkontribusi terhadap pembangunan Kabupaten Berau. Setiap ruangan akan memiliki tema tersendiri sehingga pengunjung dapat memperoleh pengalaman edukatif yang lebih menarik.
Disbudpar menargetkan pembahasan bersama pihak perusahaan dapat dilaksanakan pada Juni ini. Setelah seluruh ruang pamer terisi dan fasilitas pendukung siap digunakan, museum baru akan dibuka untuk masyarakat.
Selain bangunan utama museum, kawasan tersebut juga dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang yang dirancang menjadi pusat aktivitas wisata dan edukasi. Untuk pengelolaannya, Disbudpar membuka peluang kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat, seperti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, hingga KNPI.
“Kami ingin pengelolaan museum nantinya melibatkan masyarakat, sehingga keberadaan museum benar-benar hidup dan memberi manfaat, baik sebagai sarana edukasi maupun destinasi wisata,” pungkas Yudha.(Adv/Rez)





