“JUDOL” Bukan Kurang Sosialisasi, Tapi Kesadaran Masyarakat

Titikinfo.com, BERAU – Gencarnya sosialisasi mengenai bahaya judi online dinilai belum mampu menghentikan praktik perjudian digital di tengah masyarakat. Pemerintah Kabupaten Berau menilai persoalan utamanya kini bukan lagi minimnya informasi, melainkan rendahnya kesadaran masyarakat untuk menjauhi aktivitas tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Berau, Didi Rahmadi, mengatakan edukasi mengenai bahaya judi online terus dilakukan melalui berbagai saluran, mulai dari media informasi pemerintah hingga melibatkan tokoh agama dalam forum-forum kemasyarakatan.
Namun, menurutnya, masih banyak masyarakat yang tergoda dengan janji keuntungan instan tanpa menyadari risiko besar yang mengintai.
“Selama ini kami terus mengingatkan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosialisasi, termasuk forum keagamaan. Tantangan terbesar adalah membangun kesadaran bahwa mereka sedang dijebak oleh sistem yang menjanjikan keuntungan semu,” ujarnya.
Didi menegaskan tidak ada jalan pintas untuk memperoleh kesejahteraan melalui judi online. Meski sesekali pemain bisa memperoleh kemenangan, dalam jangka panjang sistem permainan dirancang lebih menguntungkan penyelenggara.
“Jangan percaya ada cara cepat mendapatkan uang. Yang diuntungkan tetap penyelenggara, sedangkan masyarakat justru berpotensi mengalami kerugian,” tegasnya.
Karena itu, Diskominfo terus mendorong edukasi yang berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami dampak sosial maupun ekonomi yang ditimbulkan akibat judi online.(Adv/Rez)





