IKM Berau Didorong Tembus Pasar Digital

Titikinfo.com, BERAU – Persaingan usaha kini tidak lagi hanya terjadi di pasar konvensional. Ruang digital telah berubah menjadi medan utama perebutan konsumen, memaksa pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk beradaptasi jika ingin bertahan dan berkembang.
Melihat perubahan tren tersebut, Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mulai mempercepat transformasi digital bagi pelaku usaha lokal.
Sebanyak 30 pelaku IKM dibekali pelatihan pemasaran digital agar mampu menembus pasar online yang terus berkembang.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menegaskan digitalisasi kini bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama bagi setiap pelaku usaha.
“Pelaku usaha harus beradaptasi dengan perkembangan yang ada. Mau tidak mau, ini harus dilakukan karena bisa menjadi pendongkrak penjualan dan meningkatkan pemasukan,” ujarnya saat membuka pelatihan pemasaran digital bagi IKM, Selasa (23/6).
Pelatihan yang berlangsung selama dua hari, 23–24 Juni 2026, diikuti oleh 30 pelaku usaha terpilih dari berbagai kecamatan di Berau. Seluruh peserta telah melalui proses kurasi dan tercatat dalam Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).
Menurut Eva, transformasi digital menjadi kunci penting untuk memperluas jangkauan pasar. Dengan memanfaatkan platform digital, pelaku IKM memiliki peluang lebih besar menjangkau konsumen tanpa batas wilayah.
Ia menilai keberhasilan usaha saat ini tak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan pelaku usaha membangun citra merek dan menjual produknya secara efektif di ruang digital.
“Produk bagus saja tidak cukup. Produk itu juga harus dikenal luas agar mampu bersaing,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman tentang strategi pemasaran digital, perilaku konsumen online, teknik membuat konten promosi yang menarik, hingga cara membangun identitas merek yang kuat.
Diskoperindag berharap, langkah ini mampu mendorong IKM Berau naik kelas dan semakin kompetitif di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang kini semakin bergeser ke platform digital.(Adv/Rez)





