Dua Bulan Tanpa Air Asia, Wisata Berau Kehilangan Nafas

Titikinfo.com, BERAU – Lesunya konektivitas udara menuju Kabupaten Berau mulai memberi tekanan nyata terhadap sektor pariwisata daerah. Penghentian operasional Air Asia selama dua bulan terakhir membuat akses masuk wisatawan, terutama dari luar Kalimantan, semakin terbatas.
Kondisi ini berdampak langsung pada pergerakan wisatawan yang selama ini banyak bergantung pada jalur udara. Sejumlah pelaku wisata menilai, menurunnya konektivitas membuat promosi destinasi unggulan Berau tidak diimbangi dengan kemudahan akses.
Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Samsiah Nawir, mengakui kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengembangan pariwisata daerah. Namun ia menegaskan pemerintah tidak boleh menyerah pada situasi.
“Penerbangan ini penting. Kita harap segera normal lagi,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menambahkan bahwa ketergantungan pada jalur udara harus menjadi perhatian serius ke depan, agar sektor pariwisata tidak mudah terguncang saat terjadi gangguan transportasi.
“Kita tidak boleh pesimis, tapi harus realistis juga,” lanjutnya.
Menurutnya, dampak dari terbatasnya penerbangan tidak hanya pada jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada perputaran ekonomi sektor pendukung seperti transportasi lokal, penginapan, hingga UMKM.
“Kalau akses terbatas, otomatis kunjungan juga ikut turun,” tegasnya.
Disbudpar Berau menilai kondisi ini perlu menjadi evaluasi bersama, terutama dalam memperkuat strategi promosi yang disesuaikan dengan kondisi akses transportasi yang ada saat ini.
“Pariwisata itu sangat tergantung akses. Kalau akses terganggu, semua ikut terdampak,” katanya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya menjaga agar sektor wisata tidak mengalami stagnasi berkepanjangan.
“Kita tetap jalan, walau dalam kondisi terbatas,” tutupnya.(Adv/Rez)





