HukumNunukan

BNNP Turun ke Perbatasan, Perkuat Benteng Nunukan dari Ancaman Narkoba

Titikinfo.com, NUNUKAN – Upaya memerangi peredaran narkoba di wilayah perbatasan terus diperkuat. Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Abdul Hasyim, S.H., M.Si, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Nunukan guna meninjau langsung kondisi lapangan sekaligus mempererat koordinasi lintas sektor.

Kunjungan ini menyoroti posisi strategis Nunukan sebagai gerbang perbatasan, khususnya dengan keberadaan Pelabuhan Internasional Tunon Taka yang menjadi salah satu titik keluar-masuk orang dan barang dari luar negeri. Abdul Hasyim menegaskan, wilayah dengan mobilitas tinggi seperti ini membutuhkan pengawasan ekstra ketat.

“BNN tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi dengan kepolisian dan seluruh stakeholder menjadi kunci, apalagi dengan keterbatasan personel di daerah,” tegasnya.

Dengan latar belakang kepolisian, ia memahami betul kompleksitas pengawasan di wilayah perbatasan. Karena itu, sinergi dinilai sebagai langkah paling efektif untuk menutup celah peredaran narkotika, khususnya di jalur-jalur rawan.

Lebih jauh, ia mengaitkan upaya pemberantasan narkoba dengan visi besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, perlindungan generasi muda dari bahaya narkotika adalah investasi penting bagi masa depan bangsa.

“Kita harus memastikan generasi muda terbebas dari pengaruh negatif. Ini bukan hanya tugas BNN, tapi tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan menyambut positif kunjungan tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba. Ia memaparkan tantangan besar yang dihadapi, mulai dari luasnya wilayah hingga kondisi geografis yang sulit dijangkau.

Beberapa kawasan seperti Krayan, yang berbatasan langsung dengan Serawak, Malaysia, hanya dapat diakses melalui jalur udara. Selain itu, Pulau Sebatik yang berdekatan dengan Tawau, Malaysia, juga menjadi titik krusial dengan akses penyeberangan singkat, hanya sekitar 15 menit dari Aji Kuning.

Dengan total 232 desa dan 21 kecamatan, Nunukan memiliki karakter wilayah yang beragam, termasuk potensi wisata alam seperti arung jeram. Namun di balik itu, terdapat tantangan serius berupa banyaknya “jalur tikus” yang kerap dimanfaatkan untuk aktivitas ilegal.

“Memberantas narkoba di wilayah perbatasan memang tidak mudah. Dibutuhkan kerja sama kuat dari semua pihak,” ungkap Irwan.

Di sisi lain, Kepala BNNK Nunukan, Anton Suriyadi Siagian, S.H., M.H, menyoroti pentingnya fasilitas rehabilitasi bagi korban penyalahgunaan narkotika. Ia menyampaikan kebutuhan lahan untuk pembangunan pusat rehabilitasi sebagai bagian dari pendekatan pemulihan.

Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, aparat penegak hukum, serta masyarakat dalam menciptakan wilayah perbatasan yang bersih dari narkoba—sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. (*)

 

 

 

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button