Berau Ubah Strategi Promosi Wisata ke Arah Digital

Titikinfo.com, BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) mulai melakukan penyesuaian strategi besar dalam promosi pariwisata daerah.
Perubahan ini dipicu oleh kondisi industri penerbangan yang tidak stabil serta meningkatnya biaya perjalanan yang berdampak pada arus kunjungan wisatawan.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan salah satu langkah yang diambil adalah mengoptimalkan kembali program Berau Wonders sebagai bagian dari strategi promosi berbasis digital dan kolaboratif dengan kreator konten.
Menurutnya, selama ini sebagian promosi masih dilakukan melalui media konvensional, termasuk pemasangan materi promosi di bandara. Namun, efektivitasnya kini dinilai menurun seiring kondisi transportasi udara yang tidak menentu.
“Promosi di bandara sudah tidak seefektif dulu. Kondisinya dipengaruhi harga tiket yang tinggi, kenaikan avtur, dan jadwal penerbangan yang belum stabil,” ujarnya.
Ia menjelaskan, situasi tersebut membuat pemerintah daerah perlu menggeser pendekatan promosi agar lebih adaptif terhadap perubahan perilaku wisatawan. Saat ini, wisatawan cenderung lebih banyak mencari informasi melalui media sosial dan platform digital sebelum melakukan perjalanan.
Karena itu, Disbudpar mulai mengarahkan sebagian anggaran promosi ke program yang dianggap lebih tepat sasaran, termasuk penguatan promosi digital, kolaborasi dengan kreator konten, serta pengembangan kampanye wisata berbasis komunitas.
“Sekarang kita coba menggeser strategi promosi agar lebih efektif dan sesuai kondisi saat ini,” katanya.
Samsiah menegaskan, perubahan strategi ini bukan sekadar penghematan anggaran, tetapi lebih pada upaya meningkatkan efektivitas promosi agar dampaknya benar-benar dirasakan sektor pariwisata dan masyarakat lokal.
“Promosi digital memiliki keunggulan dalam hal jangkauan, kecepatan penyebaran informasi,” ujarnya.
Melalui langkah ini, Disbudpar Berau berharap promosi wisata tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak kunjungan wisatawan dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di kawasan destinasi wisata.





