Jalan Tembus Krayan-Malinau Ditargetkan Tuntas 2028, Harapan Baru Buka Keterisolasian

Titikinfo.com, NUNUKAN – Harapan masyarakat Krayan untuk memiliki akses darat yang lebih terbuka menuju Malinau mulai menemukan titik terang. Pembangunan konektivitas darat Krayan–Malinau kini mendapat tindak lanjut pemerintah pusat dan ditargetkan tuntas pada 2028.
Kepastian tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat Krayan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses transportasi darat menuju wilayah lain di Kalimantan Utara.
Tindak lanjut pembangunan itu mencuat setelah dilakukan rapat koordinasi di Malinau serta kunjungan Kementerian Pekerjaan Umum ke kawasan Krayan. Hasilnya, usulan pembangunan akses darat yang diperjuangkan Pemerintah Kabupaten Nunukan mulai masuk dalam tahapan tindak lanjut.
Sedikitnya terdapat dua ruas utama yang menjadi bagian dari rencana konektivitas tersebut. Ruas pertama menghubungkan kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa’ Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau, sementara ruas lainnya dibangun dari arah Malinau menuju Krayan.
Bagi masyarakat Krayan, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur. Jalan tembus ini diharapkan menjadi pintu keluar dari keterbatasan akses sekaligus membuka jalur baru menuju pusat pemerintahan, perdagangan dan aktivitas ekonomi.
Akses darat yang lebih baik juga diproyeksikan dapat menekan biaya logistik, memperlancar distribusi kebutuhan pokok serta membuka pasar yang lebih luas bagi produk pertanian dan perkebunan masyarakat Krayan.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri, SE, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan, yang dinilai terus memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan perbatasan Nunukan.
“Alhamdulillah, apa yang selama ini kita perjuangkan untuk masyarakat Krayan mulai mendapat tindak lanjut. Dua ruas jalan ini menjadi bagian penting untuk membuka akses Krayan menuju Malinau. Kita berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan pada 2028 jalan tembus Krayan-Malinau sudah dapat dituntaskan,” ujar Irwan pada Rabu, (07/10/2026).
Menurutnya, pembangunan jalan tersebut akan membawa dampak jauh lebih besar dibanding sekadar membuka konektivitas antarwilayah.
Jalan yang terbuka berarti mobilitas masyarakat semakin mudah, hasil pertanian dan perkebunan lebih cepat dipasarkan, biaya distribusi dapat ditekan, sekaligus mempercepat akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.
“Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus kita kawal bersama,” tegasnya.
Pemkab Nunukan memastikan akan terus mengawal rencana tersebut melalui koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, BNPP, Kementerian Pertahanan serta kementerian dan lembaga terkait lainnya.
Koordinasi tersebut dinilai penting agar pembangunan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi dapat berjalan sesuai tahapan hingga target penyelesaian pada 2028 benar-benar terealisasi.
Bupati menegaskan, tahun 2028 harus menjadi momentum penting bagi masyarakat Krayan dengan terwujudnya konektivitas darat menuju Malinau.
“Krayan tidak boleh terus berada dalam keterbatasan akses. Kita ingin jalan ini benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika jalan terbuka, maka peluang ekonomi, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat juga semakin terbuka,” pungkasnya.
Jika terealisasi sesuai target, jalan tembus Krayan–Malinau diharapkan menjadi salah satu tonggak penting pembangunan kawasan perbatasan Nunukan sekaligus membuka babak baru bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah Krayan. (*)





