Pemkab Berau

Museum Kota Tua Masih Menunggu Kejelasan Pengelola

Titikinfo.com, BERAU – Revitalisasi Museum Kota Tua Teluk Bayur telah rampung sejak beberapa waktu lalu. Namun hingga kini, bangunan yang diproyeksikan menjadi salah satu destinasi wisata sejarah di Berau tersebut masih belum beroperasi dan belum dapat dikunjungi masyarakat secara penuh.

Pemerintah Kecamatan Teluk Bayur menyebut belum berfungsinya museum tersebut bukan karena minimnya kesiapan di lapangan, melainkan masih menunggu kepastian terkait kewenangan pengelolaan dari pemerintah daerah.

Camat Teluk Bayur, Edi Baskoro, mengatakan bangunan eks Kantor Kecamatan Teluk Bayur yang telah direvitalisasi sebagai kawasan cagar budaya masih berada dalam pengelolaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau.

“Kami masih menunggu kejelasan terkait pengelolaannya,” ujarnya saat di wawancara di kantornya, Jumat (31/5/2026).

Menurutnya, pihak kecamatan sebenarnya siap mendukung operasional museum apabila nantinya diberikan mandat secara resmi. Bahkan, konsep pengelolaan berbasis kolaborasi masyarakat telah disiapkan untuk menghidupkan kawasan tersebut.

Edi menjelaskan, pengelolaan museum ke depan diharapkan tidak hanya melibatkan pemerintah, tetapi juga unsur masyarakat seperti Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), hingga komunitas lokal yang memiliki perhatian terhadap sejarah dan budaya Teluk Bayur.

“Harapannya museum ini bukan hanya menjadi bangunan pajangan, tetapi benar-benar menjadi ruang edukasi dan destinasi wisata sejarah yang aktif,” katanya.

Meski demikian, ia menegaskan pembentukan tim pengelola tidak dapat dilakukan sebelum adanya dasar hukum dan penetapan kewenangan yang jelas dari pemerintah kabupaten.

Selain persoalan administrasi, masih terdapat beberapa fasilitas pendukung yang dinilai perlu disempurnakan agar museum dapat berfungsi optimal sebagai sarana edukasi sekaligus daya tarik wisata.

Menurut Edi, kawasan Kota Tua Teluk Bayur memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis sejarah yang mampu memperkenalkan perjalanan perkembangan daerah kepada generasi muda maupun wisatawan.

Karena itu, ia berharap proses penetapan pengelola dan penyelesaian berbagai kebutuhan pendukung dapat segera dilakukan sehingga museum dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Potensinya sangat baik untuk mendukung wisata sejarah. Tinggal menunggu kepastian pengelolaan agar bisa segera dioperasikan,” pungkasnya. (Adv/Rez)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button