Kejahatan Kini Masuk Lewat Ponsel

Titikinfo.com, BERAU – Telepon genggam kini bukan lagi sekadar alat komunikasi. Di balik kemudahan akses digital, ponsel juga menjadi celah munculnya berbagai ancaman serius, mulai dari eksploitasi digital hingga kekerasan seksual.
Fenomena ini menjadi perhatian serius di Kabupaten Berau, seiring meningkatnya kasus kekerasan yang bermula dari aktivitas di ruang digital.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, mengungkapkan bahwa sejumlah kasus kekerasan seksual yang terungkap sepanjang 2026 justru bermula dari hasil pemeriksaan isi ponsel korban.
Menurutnya, pola kejahatan digital kini semakin kompleks dan berbahaya.
“Tahun 2026 di Kabupaten Berau, beberapa kasus kekerasan seksual terbongkar melalui isi ponsel,” ujarnya saat wawancara beberapa waktu lalu.
Didi menjelaskan, media sosial kerap menjadi ruang awal terjadinya tindak kekerasan. Tidak sedikit pelaku memanfaatkan komunikasi digital untuk menekan korban, termasuk melalui ancaman penyebaran foto, video, atau informasi pribadi.
Modus seperti ini sering membuat korban berada dalam tekanan dan akhirnya menuruti keinginan pelaku.
“Banyak kasus terjadi karena adanya ancaman penyebaran melalui media sosial,” tegasnya.
Data kasus kekerasan terhadap anak di Berau pun menunjukkan situasi yang memprihatinkan. Sepanjang 2025, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak mencatat 67 kasus, dengan 56 laporan didominasi kasus kekerasan seksual.
Sementara pada 2026, sedikitnya tujuh kasus telah mencuat dan ramai menjadi sorotan publik.
Angka ini menjadi sinyal kuat bahwa ancaman terhadap anak kini semakin dekat dan sering kali hadir melalui perangkat yang digunakan setiap hari.
“Pengawasan terhadap penggunaan ponsel anak tidak bisa lagi dianggap sepele,” terangnya.
Menurutnya, peran orang tua menjadi benteng utama dalam mencegah anak terpapar risiko digital.
“Karena itu penting bagi kita untuk melindungi aktivitas digital anak, termasuk penggunaan ponsel mereka,” pungkasnya.
Ia berharap kesadaran masyarakat, terutama orang tua, semakin meningkat dalam mengawasi penggunaan perangkat digital agar teknologi benar-benar memberi manfaat, bukan justru menjadi pintu masuk kejahatan.(Adv/Rez)





