Kakao Berau Raih Sertifikat Indikasi Geografis, Buyer Domestik dan Global Mulai Melirik

Titikinfo.com, BERAU – Komoditas kakao asal Kabupaten Berau kian memikat pasar internasional. Pasca resmi mengantongi sertifikat Indikasi Geografis (IG) dari Kementerian Hukum dan HAM, biji kakao kering fermentasi dari Bumi Batiwakkal kini menjadi buruan utama para buyer domestik hingga global.
Sekretaris Dinas Perkebunan (Disbun) Berau, Mansur Tanca, menyampaikan, diperolehnya pengakuan secara nasional melalui sertifikat tersebut, dapat memberikan jaminan bagi para petani kakao untuk meningkatkan produksi, mengingat tingginya permintaan.
“Sertifikat tersebut menjadi jaminan bahwa Kakao Berau memiliki karakteristik dan cita rasa unik yang tidak ditemukan di daerah lain,” ujarnya, Kamis (4/06/2026).
Selain itu, menurut Mansur petani pun tidak akan khawatir hasil panennya tidak terjual, sebab para buyer nasional maupun internasional membuka pintu selebar mungkin untuk kakao berau karena telah teruji kualitasnya.
“Keunggulan rasa ini sukses meningkatkan daya tawar komoditas lokal di pasar perkebunan” bebernya.
Akan tetapi, tingginya minat pasar ini menyisakan tantangan besar. Saat ini, permintaan buyer menembus angka 6.000 ton per tahun. Sementara itu, kapasitas produksi yang ada baru mampu menyuplai sekitar 300 ton per tahun.
Ia menuturkan, ketimpangan pasokan yang besar ini menjadi sinyal kuat bahwa potensi ekonomi kakao Berau masih sangat terbuka lebar.
Di sisi lain, gairah industri hilir di Berau juga mulai menunjukkan tren positif. Seiring populernya Kakao Berau, sejumlah Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal kini mulai aktif melakukan hilirisasi.
“Mereka mengolah biji kakao mentah menjadi produk turunan yang bernilai jual lebih tinggi, seperti bubuk cokelat hingga cokelat batangan (chocolate bar). Pemerintah daerah pun terus memberikan dorongan agar sektor hilir ini dapat berkembang berdampingan dengan industri hulunya,” tutup Mansur.(Adv/Akmal)





