Jakarta Masih Jadi Tujuan Utama Penumpang Kalimarau

Titikinfo.com, BERAU – Di tengah dinamika sektor penerbangan nasional, mobilitas udara masyarakat Kabupaten Berau masih menunjukkan ketergantungan kuat terhadap rute menuju kota-kota besar, terutama Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi, bisnis, dan pemerintahan.
Sepanjang 2026, rute penerbangan dari Bandara Kalimarau menuju Jakarta tercatat menjadi jalur yang paling banyak diminati penumpang.
Tingginya permintaan ini menunjukkan kebutuhan perjalanan masyarakat Berau ke luar daerah tetap stabil meski kondisi penerbangan masih menghadapi berbagai tantangan.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I Kalimarau Berau, Patah Atabri, mengatakan dominasi rute ke Jakarta masih belum tergeser hingga pertengahan tahun ini.
“Rute yang paling diminati sampai saat ini masih ke Jakarta,” ujarnya, Rabu (24/6).
Selain Jakarta, rute menuju Surabaya juga masuk dalam daftar penerbangan favorit masyarakat Berau. Kedua kota tersebut menjadi tujuan utama untuk berbagai keperluan, mulai dari urusan pekerjaan, bisnis, pendidikan, hingga kunjungan keluarga.
Menurut Patah, sebagian besar perjalanan menuju kota besar saat ini masih bertumpu pada transit melalui Balikpapan. Kota ini menjadi hub utama penghubung penerbangan dari Berau ke berbagai wilayah strategis di Indonesia.
“Selain Jakarta, rute ke Surabaya dan kota besar lainnya juga cukup tinggi, mayoritas dengan transit melalui Balikpapan,” katanya.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa Bandara Kalimarau tetap memegang peran vital sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat Berau dengan daerah luar Kalimantan.
Meski belum sepenuhnya didukung penerbangan langsung ke banyak kota besar, arus perjalanan penumpang tetap menunjukkan kebutuhan yang tinggi.
Patah menilai, tingginya mobilitas ini sekaligus menjadi indikator bahwa transportasi udara masih menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat Berau, terutama dalam menunjang aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah.
Karena itu, stabilitas jadwal penerbangan serta ketersediaan kursi dinilai menjadi faktor krusial untuk menjaga kelancaran arus penumpang dari dan menuju Berau.
“Penerbangan yang stabil sangat penting untuk mendukung konektivitas masyarakat,” pungkasnya.(Adv/Rez)





