Pemkab Berau

Dukung Wisata Bahari, Disbun Berau Komitmen Kembangan Kelapa Pandan dan Genjah

Titikinfo.com, BERAU — Dinas Perkebunan Kabupaten Berau tengah menyusun langkah strategis untuk melakukan pengembangan varietas kelapa khusus, seperti kelapa pandan dan kelapa genjah. Langkah ini diprioritaskan untuk menyokong sektor pariwisata dan industri kuliner di wilayah pesisir serta pulau-pulau destinasi andalan Bumi Batiwakkal.

Sekretaris Dinas Perkebunan Berau, Mansur Tanca, mengonfirmasi bahwa inisiatif ini muncul untuk merespons tingginya kebutuhan komoditas kelapa muda segar di kawasan wisata. Karakteristik daerah hilir dan pesisir Berau yang menjadi sentra liburan dinilai sangat identik dengan penyediaan kuliner kelapa muda bagi para pelancong.

Menurut Mansur Tanca, kelapa pandan menjadi salah satu varietas unggulan yang paling potensial untuk diintegrasikan dengan sektor pariwisata kuliner karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan daya tarik rasa yang sangat spesifik.

“Kelapa pandan ini memiliki karakteristik rasa air yang khas seperti aroma pandan, makanya dikatakan kelapa pandan. Selain itu, ukuran buahnya cenderung agak kecil, sehingga sangat cocok untuk disajikan segar dan habis dalam sekali minum,” ujar Mansur Tanca pada Jumat, (05/06/2026)

Ia menjelaskan bahwa dalam proyeksi ke depan, pemerintah daerah tidak ingin terpaku pada pengembangan kelapa dalam saja. Selama ini, kelapa dalam yang dibudidayakan secara tradisional oleh masyarakat membutuhkan waktu yang cukup lama untuk berproduksi, yakni di atas 7 tahun baru dapat dipanen.

Oleh karena itu, Dinas Perkebunan Berau mendorong pola kolaborasi dan diversifikasi varietas kelapa agar siklus panen dan ketersediaan stok kelapa muda di tempat wisata dapat berjalan lebih cepat dan berkesinambungan.

Selain kelapa pandan yang menyasar ceruk pasar kuliner premium, varietas kelapa genjah juga akan menjadi pilar utama dalam program ini. Kelapa genjah dikenal memiliki keunggulan pada masa pemeliharaan yang relatif singkat, di mana pada usia 2,5 tahun pohon kelapa sudah mulai berbuah produktif.

Melalui diversifikasi varietas yang terintegrasi ini, para petani tidak perlu lagi bergantung pada satu jenis komoditas saja.

Mansur berharap kerja sama multisektor antara perkebunan dan pariwisata ini mampu menjamin pasokan kelapa muda secara berkelanjutan, sekaligus mendongkrak kesejahteraan ekonomi para petani lokal serta pelaku UMKM kuliner di Kabupaten Berau. (Adv/Akmal)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button