Evaluasi Pengawasan Pemilu 2024 di Nunukan , Bawaslu Kaltara Arif Rochman : Siap Terima Kritikan demi Kebaikan Lembaga

TITIKINFO.COM, NUNUKAN – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Utara laksanakan evaluasi pengawasan pemilihan 2024 dengan tema “Menajamkan Spiritualitas Pengawasan, Evaluasi untuk Pemilihan yang Adil dan bermartabat. Bertempat, Beanladen Coffee Nunukan. Minggu, (23/03/2025) sore.
Anggota Bawaslu Provinsi Kaltara, Koordintor Divisi Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Humas Arif Rochman, SE., M.M menjelaskan bahwa, pihaknya selalu berusaha menerima masukan-masukan atau kritikan dengan baik demi kebaikan lembaga khususnya Bawaslu dalam mencapai kinerja yang sudah diamanahkan oleh peraturan perundang-undangan.
“Dengan harapan Pemilu di tahun 2024 yang sudah kita laksanakan nantinya bisa mendapatkan masukan – masukan dari seluruh stakeholder, baik dari pemerintah daerah, kejaksaan, kepolisian, peserta maupun penyelenggara serta masyarakat untuk memberikan evaluasi, khusunya kepada penyelenggara pemilu dalam hal ini Bawaslu Kaltara dan Bawaslu seluruh Kabupaten Kota”. Ucap Arif pada saat dimintai keterangan oleh media.
Menurut Arif, dari seluruh Kabupaten Kota yang ada di Kalimantan Utara pihaknya sudah melaksanakan kegiatan evaluasi pengawasan pemilihan 2024 dan yang terakhir dilaksanakan di Kabupaten Nunukan.
Terkait isu pemilu brutal yang banyak memakan anggaran pada pemilu 2024 yang sudah berlangsung di Kaltara khususnya di Indonesia, pihaknya coba mengevaluasi dari hasil kinerja pihak Bawaslu dari Pemilihan tahun 2024.
“Mudah-mudahan apa yang sudah disampaikan oleh seluruh stakeholder dan masyarakat kepada seluruh penyelenggara Pemilu terutama Bawaslu akan kita perbaiki di pemilu-pemilu akan datang”, Terang Arif.
Permasalahan berkurangnya jumlah pemilih pada pemilu 2024, Arif Rochman menerangkan, bahwa sepanjang sejarah Pemilu di seluruh Indonesia tidak mungkin akan mencapai seratus persen begitupun Nunukan apalagi selaku beranda yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.
“Dan Alhamdulillah kemaren kita sudah melakukan upaya – upaya agar pelaksanaan pemutakhiran data itu, benar – benar dilaksanakan secara valid, dalam hal ini akurasi data pemilu itu menjadi topik utama dalam pemutakhiran data”, tutur Arif.
Lebih lanjut Arif menjelaskan, secara global seluruh Indonesia termasuk di Kalimantan Utara terdapat penurunan terkait partisipasi pemilih disebabkan karena berdekatannya pelaksanaan Pemilu dan pemilihan.
“Maka dari itu ada wacana yang di gulirkan oleh masyarakat sipil ataupun pegiat Pemilu ditingkat Nasional bahwa sebaiknya pemilu itu dilakukan 2 tahun sekali sehingga ada jedah agar prosesnya semakin baik dan mantap agar pemilih juga segar kembali untuk datang ke TPS dalam melakukan pencoblosan” tutup Arif Rochman.





