Pemain Tempuh Perjalanan Jauh
Kedatangan pemain dari berbagai negara memang menjadi perhatian tersendiri bagi tim pelatih.
Beberapa nama seperti Sandy Walsh dan Shayne Pattynama harus menempuh perjalanan jauh dari Thailand.
Sementara pemain lainnya seperti Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Dean James datang dari Eropa.
“Berkaitan dengan soal kebugaran tentu yang utama adalah kebugaran dikarenakan, pemain kan ini ada yang bisa dikatakan agak jauh. Nah, itu yang pertama yang akan kita lihat adalah kondisi kondisi dari pemain yang baru datang sehingga bisa mengetahui kondisinya nanti,” ujar Sumardji.
Ia menambahkan, pemain baru tiba membutuhkan waktu adaptasi agar kembali bugar.
“Tapi ya kembali lagi kalau yang baru datang tentu tidak sama dengan ya latihannya tidak sama dengan yang sudah beberapa hari bergabung dengan tim.”
“Kalau melihat para pemain secara keseluruhan adalah jadi pemain utama di masing-masing klub. Tentu ya bugarnya pasti bugar itu. Cuman kan kaitannya dengan perjalanan jauh inilah yang perlu relaksasi yang ya butuh waktulah,” sambungnya.
Aspek Mental Jadi Perhatian
Selain fisik, tim pelatih juga memberikan perhatian besar pada mental dan kekompakan skuad. Kemenangan atas Arab Saudi pada pertemuan sebelumnya memang memberi kepercayaan diri yang tinggi, namun Sumardji menekankan pentingnya menjaga stabilitas psikologis tim.
“Jadi kalau mengenai mental para pemain semuanya cukup bagus. Kemarin juga kita ada kegiatan-kegiatan game bersama-sama baik pemain, official secara keseluruhan,” kata pria berkacamata itu.
“Tujuannya untuk meningkatkan bagaimana supaya mental para pemain itu betul-betul jadi mental petarung, mental pejuang gitu. Jadi mental juara,” imbuhnya.
Selain itu tim pelatih juga terus mencari cara kreatif untuk menjaga semangat para pemain, meningkatkan chemistry agar memiliki kekuatan yang lebih.
“Sehingga cara-cara yang dilakukan oleh coach Patrick beserta tim kepelatihan ini bagaimana mengangkat mental para pemain itu benar-benar diwujudkan tidak hanya berbicara tetapi dengan cara-cara menggunakan game dan lain sebagainya,” ujar Sumardji.
Ia mengakui dua laga melawan Arab Saudi dan Irak adalah ujian berat yang menentukan langkah Indonesia menuju Piala Dunia 2026.
“Ini bisa dikatakan perang hidup dan mati, sehingga benar-benar kita harus maksimal untuk bisa meningkatkan mental para pemain,” tutupnya.