Ichsan Rapi Tekankan Pembinaan Atlet Berkelanjutan, Bukan Menjelang Kompetisi Saja

Titikinfo.com, BERAU – Persiapan menghadapi kompetisi olahraga tingkat provinsi maupun regional kembali menjadi perhatian DPRD Kabupaten Berau.
Anggota Komisi III DPRD Berau, Muhammad Ichsan Rapi, menilai bahwa setiap ajang kualifikasi yang sedang berlangsung saat ini seharusnya menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pembinaan olahraga yang dijalankan pemerintah daerah.
Menurutnya, kualifikasi bukan sekadar proses seleksi atlet yang akan bertanding pada ajang yang lebih besar, melainkan gambaran nyata tentang kualitas pembinaan yang dilakukan sepanjang tahun. Ia menegaskan bahwa hasil kualifikasi sering kali menunjukkan apakah pelatihan atlet benar-benar direncanakan secara terstruktur atau hanya berlangsung ketika mendekati pertandingan.
“Kualitas atlet di tahap kualifikasi menunjukkan bagaimana proses pembinaan dijalankan selama ini. Bukan hanya soal ikut bertanding, tetapi bagaimana persiapannya dibangun sejak awal,” katanya, Jumat (14/11).
Ichsan mengkritisi pola pembinaan yang cenderung reaktif dan baru digencarkan ketika kompetisi semakin dekat. Jika pendekatan seperti ini terus terjadi, ia khawatir potensi atlet muda tidak berkembang maksimal dan target prestasi hanya menjadi slogan tanpa pencapaian berarti.
DPRD, lanjutnya, siap mendorong penguatan sektor olahraga melalui dukungan kebijakan, penyediaan fasilitas latihan yang memadai, hingga alokasi anggaran yang sesuai kebutuhan pembinaan jangka panjang.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kolaborasi antara dinas pemuda dan olahraga, KONI, serta cabang-cabang olahraga. Menurutnya, tanpa koordinasi yang solid, pola pembinaan akan berjalan tidak seragam dan hasilnya jauh dari optimal.
“Semua pihak harus bergerak bersama. Mulai dari seleksi, pelatihan, hingga pendampingan atlet, harus tersambung dalam satu sistem. Kalau tidak, target prestasi sulit dicapai,” tegasnya.
Meski demikian, Ichsan tetap optimistis Berau mampu bersaing dalam ajang olahraga besar di masa mendatang, asalkan pembinaan dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Ia meyakini daerah memiliki banyak bibit atlet potensial, namun membutuhkan pendampingan dan dukungan yang tepat untuk berkembang.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa olahraga tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga membangun karakter generasi muda dan menjadi sarana memperkuat identitas daerah.
“Prestasi atlet adalah cermin kebanggaan masyarakat. Ketika mereka menang, itu adalah kemenangan seluruh daerah,” pungkasnya.
GIT/ADV





