Optimalkan Peran Koperasi Desa, DPRD Minta Pendampingan dan Tata Kelola Profesional

Titikinfo.com, BERAU — Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menegaskan pentingnya memastikan program koperasi desa dikelola secara transparan dan melibatkan pengawasan masyarakat.
Ia menyebut, keberadaan koperasi yang dibentuk pemerintah sebagai wadah penguatan ekonomi desa harus benar-benar memberikan manfaat luas dan tidak dimonopoli kepentingan tertentu.
Menurut Agus, koperasi dapat menjadi instrumen strategis untuk memperluas peluang usaha, mendukung kemandirian ekonomi warga, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.
Namun ia mengingatkan, efektivitas program ini sangat bergantung pada integritas para pengurusnya.
“Koperasi punya peran besar dalam menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Tapi kita tetap harus memastikan pengelolaannya bersih, transparan, dan tidak dimanfaatkan oleh kelompok tertentu,” ujarnya, Minggu (9/11)
Ia menilai, pengawasan partisipatif—melibatkan masyarakat penerima manfaat, pengurus kampung, hingga pendamping lapangan—menjadi kunci agar koperasi berjalan sesuai tujuan. Dengan keterbukaan data dan pelaporan, masyarakat dapat mengetahui bagaimana koperasi bekerja dan siapa saja yang menikmati manfaatnya.
“Kalau tujuan dan pengelolaannya jelas, koperasi bisa memberikan dampak nyata terhadap ekonomi lokal,” tambahnya.
Agus juga mendorong pemerintah daerah untuk tidak sekadar memberi dukungan administratif, tetapi aktif memberikan pendampingan, pelatihan, serta penguatan kapasitas bagi pengurus koperasi. Ia menyebut banyak koperasi di daerah yang akhirnya tidak berjalan optimal karena minim pembinaan.
“Pendampingan itu sangat penting supaya koperasi tidak hanya ada di atas kertas, tapi benar-benar berfungsi sebagai lembaga ekonomi yang produktif,” tegasnya.
Menurut Agus, koperasi desa berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi rakyat jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan. Ia menekankan perlunya standar tata kelola yang jelas agar keberadaan koperasi dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa secara menyeluruh.
“Kalau dikelola dengan benar, koperasi bisa menjadi lokomotif ekonomi rakyat yang inklusif,” pungkasnya.
Git/ADV





