Sampah Berpotensi Jadi Sumber Ekonomi, DPRD Berau Tekankan Pentingnya Ekonomi Sirkular

Titikinfo.com, BERAU — Lonjakan produksi sampah rumah tangga dan aktivitas perkotaan menjadi perhatian serius DPRD Berau.
Peningkatan jumlah penduduk serta perkembangan ekonomi dinilai semakin menekan kapasitas pengelolaan sampah daerah, sehingga diperlukan strategi baru yang lebih modern
Ketua DPRD Berau, Dedy Okto Nooryanto, menilai bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi mengandalkan pola lama yang hanya mengumpulkan dan membuang ke Tempat Pemrosesan
Akhir (TPA). Menurutnya, tren peningkatan volume sampah menuntut pemerintah daerah untuk mengadopsi teknologi pengolahan yang lebih cepat, efisien, dan meminimalkan dampak lingkungan.
“Dengan meningkatnya volume sampah setiap tahunnya, pendekatan konvensional sudah tidak cukup. Kita memerlukan sistem modern yang mampu menekan beban di TPA,” ujar Dedy, Kamis (6/11).
Ia menekankan pentingnya membangun unit pengolahan berbasis konsep Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di berbagai kecamatan. Kehadiran TPS3R disebut dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan sekaligus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah.
Dedy juga menyoroti perlunya data yang akurat terkait produksi sampah harian di tiap wilayah. Menurutnya, perencanaan yang baik hanya bisa dilakukan jika pemkab memiliki peta sampah yang lengkap, mulai dari volume, karakteristik, hingga titik padat.
“Tidak semua beban bisa ditanggung pemerintah. Kita perlu menggandeng investor agar pengelolaan sampah bisa menjadi sektor yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi,” jelasnya.
Menurut Dedy, masyarakat juga perlu mengubah cara pandang terhadap sampah. Limbah yang selama ini dianggap justru dapat menjadi sumber daya ekonomi jika dikelola dengan pendekatan ekonomi sirkular, seperti pengolahan kompos, daur ulang plastik, dan pemanfaatan bahan bernilai jual lainnya.
“Jika dikelola dengan sampah yang benar, bisa memberi manfaat ekonomi bagi warga. Ini bukan hanya tentang kebersihan, tapi peluang usaha,” tutupnya.
Sigit/ADV





