Agus Uriansyah Ingatkan Kerusakan Lingkungan Jadi Pemicu Meningkatnya Risiko Banjir

Titikinfo.com, BERAU – Anggota Komisi II DPRD Berau, Agus Uriansyah, menilai meningkatnya kejadian banjir di berbagai daerah merupakan sinyal kuat bahwa kerusakan lingkungan sudah berada pada tahap yang mengkhawatirkan. Ia menegaskan, fenomena tersebut bukan lagi persoalan lokal, melainkan cerminan kondisi ekologi yang rapuh di banyak wilayah Indonesia.
Menurutnya, curah hujan yang tinggi memang berperan, tetapi kualitas lingkungan yang menurun akibat alih fungsi lahan dan berkurangnya tutupan vegetasi menjadi faktor yang memperparah dampaknya.
“Secara alam banjir ini bukan hanya terjadi di Berau. Di kabupaten/kota lain juga terjadi banjir di waktu yang sama, di provinsi sebelah juga cukup parah,” ujarnya, Selasa (4/11).
Agus menekankan perlunya pendekatan kolaboratif dalam menangani persoalan lingkungan. Ia meminta agar semua pihak tidak saling menyalahkan, tetapi fokus pada perbaikan ekosistem melalui kebijakan yang tepat dan perubahan perilaku masyarakat.
“Kalaupun mau menyinggung ini adalah kelemahan kita dalam sektor lingkungan, ayo sama-sama kita jaga dan berikan masukan kepada OPD terkait maupun pihak ketiga,” tegasnya.
Ia mencontohkan bahwa banjir dapat terjadi bahkan di daerah tanpa aktivitas industri besar, sehingga pola konsumsi lahan oleh masyarakat juga perlu dievaluasi. Kebiasaan mengabaikan reboisasi dan konservasi hutan disebut menjadi salah satu penyebab risiko bencana semakin tinggi.
“Kerusakan lingkungan bisa juga disebabkan oleh kebiasaan kita yang kurang peduli tentang reboisasi,” lanjut Agus.
Agus berharap perhatian terhadap isu lingkungan tidak bersifat musiman, tetapi menjadi komitmen jangka panjang. Menurutnya, program penanaman pohon, pengendalian pemanfaatan lahan, serta edukasi masyarakat harus diperkuat agar daya dukung lingkungan tetap terjaga.
“Kita semua punya tanggung jawab untuk memastikan ekosistem tetap terjaga. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi juga kepedulian pihak ketiga dan andil masyarakat,” pungkasnya.
Sigit/ADV





