DPRD Berau

Legislatif Berau Minta Pemerintah Perhatikan Pemerataan dan Kualitas Tenaga Kesehatan

Titikinfo.com, BERAU – Anggota Komisi I DPRD Berau, Frans Lewi, mengingatkan agar pemerintah daerah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur kesehatan seperti rumah sakit dan puskesmas, tetapi juga memperhatikan ketersediaan serta kompetensi tenaga medis yang menjadi ujung tombak pelayanan masyarakat.

Menurutnya, meskipun fasilitas kesehatan di Berau terus mengalami peningkatan, kekurangan tenaga medis, khususnya dokter spesialis, masih menjadi persoalan mendasar yang perlu segera diselesaikan. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap mutu layanan kesehatan, termasuk di RSUD dr. Abdul Rivai.

“Fasilitas yang bagus memang penting, tapi tanpa dukungan tenaga medis yang cukup dan profesional, pelayanan tidak akan maksimal. Ini harus jadi perhatian serius Pemkab,” tegas Frans, Selasa (4/11/2025).

Frans menilai bahwa penguatan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesehatan harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisik. Ia mendorong pemerintah daerah untuk mengambil langkah konkret seperti rekrutmen tenaga medis yang tepat, pemberian insentif menarik, hingga program beasiswa kedokteran bagi putra-putri daerah agar kelak dapat kembali mengabdi di Berau.

“Kita punya banyak anak daerah yang potensial. Kalau dibina dan diberi kesempatan menempuh pendidikan kedokteran, mereka bisa jadi tenaga kesehatan yang membangun daerahnya sendiri,” ujarnya.

Ia menilai, strategi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap tenaga medis dari luar daerah serta memperkuat stabilitas pelayanan kesehatan di seluruh wilayah Berau.

Selain memperkuat SDM, Frans juga menyoroti pentingnya pemerataan tenaga medis hingga ke tingkat kampung. Ia menegaskan, akses kesehatan yang adil dan merata harus menjadi prioritas, bukan hanya terpusat di kawasan perkotaan seperti Tanjung Redeb.

“Tujuannya bukan hanya membangun gedung yang megah, tapi memastikan masyarakat di kampung-kampung juga bisa mendapatkan layanan kesehatan yang cepat, layak, dan berkualitas,” jelasnya.

Frans berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan keseimbangan antara pembangunan fisik dan penguatan SDM kesehatan agar pelayanan publik benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan sektor kesehatan bukan diukur dari banyaknya gedung yang berdiri, tetapi dari seberapa luas masyarakat bisa merasakan pelayanan kesehatan yang manusiawi dan berkualitas.

 

Sigit/ADV

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button