DPRD Berau

Vitalis Desak Perusda Berau Lebih Profesional dan Fokus Tingkatkan PAD

Titikinfo.com, BERAU – Anggota Komisi III DPRD Berau, Vitalis Paulus Lette, menyoroti kinerja Perusahaan Daerah (Perusda) yang hingga kini dinilai belum memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ia menilai, perusahaan milik daerah seharusnya tidak hanya beroperasi untuk memenuhi formalitas, tetapi mampu dikelola secara profesional dan berorientasi pada keuntungan nyata.

“Kalau memang berorientasi pada keuntungan, jangan setengah hati. Keuntungan yang disebutkan saat ini belum mencerminkan kinerja bisnis yang sesungguhnya,” tegas Vitalis, Rabu (28/10/2025).

Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah untuk lebih mandiri. Dengan adanya pemotongan dana transfer dari pusat, Berau perlu memperkuat sektor usaha melalui Perusda yang produktif dan berani bersaing di pasar.

“Kita tidak bisa terus bergantung pada dana pusat. Pemerintah daerah harus mampu menggenjot PAD, dan Perusda adalah salah satu kunci utamanya,” ujarnya.

Politisi asal Partai NasDem itu menekankan bahwa keuntungan besar tidak akan tercapai tanpa modal yang memadai dan manajemen yang kompeten. Oleh karena itu, setiap langkah bisnis Perusda harus disertai kajian matang agar tidak menjadi proyek coba-coba.

Sebagai ilustrasi, Vitalis mencontohkan jika Perusda ingin mengembangkan perkebunan sawit seluas 1.000 hektar, maka semua biaya perhitungan dan potensi hasil harus disusun dengan detail.

“Kalau mau kelola 1.000 hektar, hitung dulu semuanya. Mulai dari pembersihan, pembibitan, sampai biaya operasional bisa mencapai Rp60 juta per hektar. Jadi total butuh sekitar Rp60 miliar, tapi potensi hasil panennya bisa Rp40 sampai Rp50 miliar per tahun. Nah, itu baru bisa disebut bisnis,” jelasnya.

Meski begitu, Vitalis menyarankan agar Perusda tidak langsung memulai proyek besar. Langkah awal bisa dilakukan melalui proyek percontohan skala kecil, misalnya 200 hektar, untuk melihat hasil dan ukuran efektivitasnya sebelum dibahas.

“Lebih baik dimulai dari yang kecil tapi jelas terisolasi, daripada langsung besar tapi tidak terkontrol dan akhirnya gagal,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti pentingnya perencanaan bisnis yang realistis, transparan, dan akuntabel, agar setiap rupiah modal yang digelontorkan dapat memberikan nilai bagi daerah.

“Kita ingin Perusda dikelola dengan semangat wirausaha sejati, bukan sekedar ada nama tapi tidak menghasilkan. Kalau dikelola dengan serius, PAD Berau bisa tumbuh pesat,” tutupnya.

Sigit/ADV

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button